Siapa yang Bisa Masuk Surga Hidup-Hidup?

Perjalanan jauh selalu punya tantangannya sendiri. Capek, pegal, dan kadang butuh tempat singgah sebentar buat sekadar meregangkan otot. Kebetulan, di tengah perjalanan, aku melihat sebuah masjid. Tempat yang tenang, sejuk, dan cukup nyaman untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Belum masuk waktu salat, jadi aku pikir tak ada salahnya rebahan sebentar sambil mengecek handphone.

Saat sedang santai, tiba-tiba datang seorang pria dengan tampilan yang sangat agamis. Tanpa basa-basi, dia duduk di sebelahku dan langsung berceramah. Awalnya, aku pikir dia cuma mau ngobrol biasa, tapi ternyata dia mulai mengkritik. Tentang pakaianku, tentang bagaimana seharusnya orang bersikap di masjid, tentang bagaimana surga dan neraka seakan-akan sudah ada dalam genggamannya.

Aku hanya mengenakan kaos dan celana bahan, dengan jaket dan ransel yang memang aku bawa untuk perjalanan. Sopan, bersih, dan tak ada yang salah. Lagipula, aku tak sendiri. Ada beberapa orang lain yang juga beristirahat di sana. Tapi entah kenapa, dia memilih aku sebagai target khotbah dadakannya.

Aku masih mencoba bersikap santai, tapi semakin lama, ucapannya semakin bernada menghakimi. Sampai akhirnya aku tergelitik untuk menjawab,

"Ngapain juga jungkir balik beribadah kalau nyatanya kamu ga mungkin masuk surga hidup-hidup?"

Bukannya berpikir atau bertanya maksudnya, dia justru meledak. Emosinya naik, suaranya meninggi. Dia mulai menyumpah-serapah, menuduhku telah mengatakan bahwa dia tak akan masuk surga. Bahkan lebih parah, dia balas menyumpahi semua orang yang tidak seperti dia.

Orang-orang di sekitar mulai memperhatikan. Beberapa berusaha melerai. Aku? Aku cuma tertawa kecil dan memilih diam. Percuma berdebat dengan orang yang sudah lebih sibuk membakar emosinya sendiri daripada memahami makna kalimat.

Padahal, kalau dia mau sedikit mencerna, maksud perkataanku jelas. Tidak ada manusia yang bisa masuk surga dalam keadaan masih hidup. Semua harus melewati kematian terlebih dahulu, lalu dihisab sebelum akhirnya ditentukan masuk surga atau neraka.

Setahu aku, dari catatan sejarah dan keyakinan agama, hanya ada empat manusia yang pernah melihat surga dalam keadaan hidup: Adam AS, Hawa, Idris AS, dan Muhammad SAW. Selain mereka, tak ada satu pun manusia yang bisa masuk surga hidup-hidup.

Tapi ya sudahlah. Aku tak ingin membuang lebih banyak waktu. Lebih baik melanjutkan perjalanan daripada berlama-lama menghadapi orang yang lebih suka berteriak daripada berpikir. Semoga, setelah emosinya reda, dia bisa memahami maksudku tadi. Kalau tidak? Ya, semoga pakaian andalannya setidaknya bisa mengingatkan dia untuk lebih sabar dan bijak.

Perjalanan masih panjang, dan hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan berdebat dengan mereka yang merasa punya tiket langsung ke surga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Membuat Bakteri Starter

Berbagai Jenis Pembeku Getah Karet (Lateks)

Taksasi Hasil Berdasarkan Populasi